Samarinda, 9 September 2026 – Pelatih Borneo FC Samarinda, Mauro Jeronimo, tetap melihat sejumlah sisi positif meskipun timnya menelan kekalahan 0-1 dari Persija Jakarta pada pertandingan pembuka Super League 2026-2027 di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (5/9). Borneo FC sebenarnya mampu memberikan tekanan sepanjang pertandingan dan menghasilkan lebih banyak peluang dibandingkan tim tamu, tetapi tidak satu pun berhasil dikonversi menjadi gol. Sebaliknya, Persija mampu memanfaatkan salah satu kesempatan yang diperoleh untuk menentukan hasil pertandingan. Mauro mengakui kekalahan di kandang merupakan hasil negatif, tetapi ia menilai performa tim tidak dapat dinilai hanya berdasarkan skor akhir. Menurutnya, permainan yang diperlihatkan Pesut Etam memberikan modal penting untuk menjalani pertandingan berikutnya.
Gol tunggal Persija tercipta melalui Alexander Jeremejeff pada pengujung babak pertama, tepatnya menit 45+1. Gol tersebut menjadi pembeda dalam pertandingan yang secara statistik justru lebih banyak dikuasai Borneo FC dalam hal penciptaan peluang. Pesut Etam membukukan 17 percobaan sepanjang pertandingan dengan sembilan tembakan mengarah tepat ke gawang, sedangkan Persija hanya menghasilkan delapan percobaan dan tiga di antaranya tepat sasaran. Perbedaan efektivitas menjadi faktor utama yang membuat Borneo FC harus kehilangan tiga poin di hadapan pendukung sendiri. Mauro menilai kondisi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa dominasi permainan dan banyaknya peluang belum cukup apabila tidak disertai ketajaman di depan gawang.
Mauro menyoroti penyelesaian akhir sebagai salah satu pekerjaan rumah terbesar yang harus segera diperbaiki timnya. Menurut dia, Borneo FC mampu membawa bola ke wilayah berbahaya dan menciptakan banyak kesempatan, tetapi keputusan serta eksekusi pada fase akhir serangan belum berjalan efektif. Tim pelatih akan kembali mempelajari pertandingan untuk mencari faktor yang menyebabkan peluang tersebut gagal menghasilkan gol. Evaluasi dapat mencakup aspek teknis, taktikal, hingga kondisi dan ketajaman individu pemain ketika memperoleh kesempatan. Bagi Mauro, persoalan tersebut harus segera diperbaiki karena sebuah tim pada akhirnya membutuhkan gol untuk mengubah performa yang baik menjadi kemenangan.
Meski kecewa dengan hasil pertandingan, Mauro tidak kehilangan keyakinan terhadap proyek baru yang sedang dibangun bersama Borneo FC. Pesut Etam mengalami perubahan besar pada musim 2026-2027 dengan kedatangan lebih dari 24 pemain baru sehingga proses membangun koneksi antarpemain membutuhkan waktu. Perubahan besar dalam komposisi skuad juga membuat tim harus membentuk kembali identitas permainan yang diinginkan pelatih. Mauro memahami proses tersebut tidak dapat menghasilkan kesempurnaan dalam waktu singkat, terutama ketika sejumlah pemain muda juga menjadi bagian penting dari tim. Karena itu, ia meminta perkembangan Borneo FC dinilai melalui performa dan proses secara keseluruhan, bukan semata-mata dari kekalahan pada pertandingan pertama.
Mentalitas para pemain justru menjadi aspek yang mendapatkan penilaian positif dari Mauro setelah pertandingan melawan Persija. Meski tertinggal sejak akhir babak pertama, Borneo FC tidak berhenti mencoba mengejar gol penyeimbang dan terus menciptakan kesempatan hingga pertandingan berakhir. Mauro menilai semangat seperti itu harus dipertahankan karena dapat menjadi fondasi penting bagi perkembangan skuad baru Pesut Etam. Ia percaya apabila intensitas permainan dan kemampuan menciptakan peluang dapat dijaga, kemenangan akan datang ketika efektivitas penyelesaian akhir mengalami peningkatan. Dengan kompetisi yang baru memasuki pekan pertama, Borneo FC masih mempunyai banyak waktu untuk memperbaiki kekurangan dan menemukan konsistensi permainan.
Kondisi lini depan Borneo FC dalam pertandingan tersebut juga belum sepenuhnya ideal. Salah satu penyerang asing yang dimiliki Pesut Etam masih berada dalam proses pemulihan cedera sehingga belum cukup bugar untuk masuk dalam daftar pemain cadangan menghadapi Persija. Mauro menjelaskan pemain yang berada di bangku cadangan merupakan mereka yang dianggap paling siap secara fisik untuk dimainkan pada pertandingan tersebut. Situasi tersebut turut membatasi alternatif yang dapat digunakan tim pelatih ketika membutuhkan perubahan di lini serang. Meski demikian, Mauro tidak menjadikan kondisi pemain sebagai alasan utama kekalahan dan tetap menempatkan efektivitas sebagai aspek yang harus diperbaiki bersama.
Dukungan suporter Borneo FC juga mendapatkan apresiasi dari Mauro karena tetap terasa kuat sepanjang pertandingan meskipun tim tuan rumah gagal mencetak gol. Para pendukung terus memberikan dorongan ketika Pesut Etam berusaha membongkar pertahanan Persija dan mengejar ketertinggalan. Mauro melihat dukungan tersebut sebagai modal psikologis penting bagi skuad yang sedang menjalani proses pembentukan dengan banyak wajah baru. Hubungan antara pemain dan suporter diharapkan dapat membantu menjaga kepercayaan diri tim ketika menghadapi hasil yang belum sesuai harapan pada awal kompetisi. Borneo FC pun ingin membalas dukungan tersebut dengan menunjukkan perkembangan serta menghasilkan hasil lebih baik pada pertandingan-pertandingan selanjutnya.
Kekalahan 0-1 membuat Borneo FC harus memulai Super League 2026-2027 tanpa tambahan poin. Namun, Mauro menilai perjalanan kompetisi masih sangat panjang sehingga satu pertandingan tidak dapat digunakan untuk menentukan bagaimana musim Pesut Etam akan berlangsung. Fokus utama tim kini adalah mempertahankan aspek positif dari permainan melawan Persija sembari meningkatkan ketajaman di sepertiga akhir lapangan. Kemampuan menghasilkan 17 tembakan menunjukkan Borneo FC mampu menciptakan peluang, tetapi pekerjaan berikutnya adalah meningkatkan kualitas eksekusi agar kesempatan tersebut menghasilkan gol. Konsistensi dalam membangun serangan dan memperbaiki penyelesaian akhir menjadi prioritas menjelang pertandingan berikutnya.
Borneo FC selanjutnya akan bertandang menghadapi Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini pada Sabtu (12/9), yang menjadi kesempatan pertama bagi Pesut Etam untuk meraih poin pada musim baru. Pertandingan tersebut sekaligus akan menjadi ujian terhadap hasil evaluasi yang dilakukan Mauro dan jajaran pelatih setelah kekalahan dari Persija. Borneo FC membutuhkan peningkatan efektivitas tanpa menghilangkan keberanian menyerang yang telah diperlihatkan pada laga pembuka. Mauro tetap percaya kualitas dan mentalitas skuadnya dapat menghasilkan banyak kemenangan apabila proses pembangunan tim terus berkembang sesuai rencana. Kekalahan dari Persija pun dipandang sebagai pelajaran awal yang harus dimanfaatkan untuk mempercepat pembentukan identitas baru Borneo FC sepanjang Super League 2026-2027.





