Jakarta, 4 November 2026 – Mantan Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma kembali menjadi perhatian dalam pembahasan mengenai praktik penyadapan terhadap pejabat tinggi negara. Sebelum menduduki kursi presiden, Zuma pernah menghadapi persoalan penyadapan komunikasi ketika masih terlibat dalam persaingan politik dengan Presiden Thabo Mbeki. Kasus tersebut menjadi bagian dari perjalanan politiknya yang penuh kontroversi dan proses hukum. Menariknya, berbagai persoalan tersebut tidak menghentikan langkah Zuma hingga akhirnya terpilih menjadi Presiden Afrika Selatan pada 2009.
Jacob Zuma sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden Afrika Selatan di bawah pemerintahan Thabo Mbeki. Hubungan politik keduanya mengalami ketegangan setelah Zuma terseret dalam perkara korupsi yang berkaitan dengan pengadaan persenjataan negara. Pada 2005, Mbeki memberhentikan Zuma dari jabatan wakil presiden menyusul perkembangan kasus tersebut. Keputusan itu menjadi titik penting dalam persaingan politik antara kedua tokoh yang sama-sama memiliki pengaruh besar di Kongres Nasional Afrika atau ANC.
Persoalan hukum Zuma semakin rumit ketika muncul rekaman komunikasi yang berkaitan dengan penanganan kasusnya. Rekaman tersebut memunculkan dugaan adanya campur tangan politik dalam proses penuntutan terhadap Zuma. Perdebatan mengenai penyadapan dan penggunaan informasi komunikasi menjadi perhatian karena menyangkut independensi lembaga penegak hukum. Kontroversi tersebut kemudian turut memengaruhi perkembangan perkara yang sedang dihadapinya.
Meskipun kehilangan jabatan wakil presiden, Zuma tetap memiliki dukungan kuat di lingkungan ANC. Pada Desember 2007, ia berhasil mengalahkan Thabo Mbeki dalam pemilihan kepemimpinan partai tersebut. Kemenangan itu memperkuat posisi politik Zuma sekaligus mengubah keseimbangan kekuasaan di internal partai yang telah lama mendominasi pemerintahan Afrika Selatan. Persaingan keduanya menjadi salah satu periode penting dalam sejarah politik negara tersebut setelah berakhirnya sistem apartheid.
Pada 2009, otoritas penuntutan Afrika Selatan menghentikan perkara korupsi terhadap Zuma setelah muncul persoalan mengenai dugaan penyalahgunaan proses hukum. Keputusan tersebut membuka jalan bagi Zuma untuk melanjutkan karier politiknya tanpa menghadapi persidangan dalam perkara itu pada saat tersebut. ANC kemudian memenangkan pemilihan umum, sehingga Zuma memperoleh dukungan parlemen untuk menjadi presiden. Ia resmi menjabat sebagai Presiden Afrika Selatan pada Mei 2009.
Perjalanan Zuma menunjukkan bagaimana persoalan penyadapan dapat berkaitan erat dengan konflik politik dan proses penegakan hukum. Penggunaan rekaman komunikasi dalam perkara yang melibatkan pejabat negara menimbulkan pertanyaan mengenai legalitas pengumpulan informasi dan kemungkinan penyalahgunaannya. Di sisi lain, penghentian penuntutan tidak berarti seluruh tuduhan terhadap Zuma terbukti tidak berdasar. Berbagai perkara hukum dan kontroversi kembali mewarnai perjalanan politiknya selama maupun setelah menjabat sebagai presiden.
Jacob Zuma memimpin Afrika Selatan hingga Februari 2018 sebelum mengundurkan diri di tengah tekanan politik dan berbagai tuduhan korupsi. Perjalanan kariernya menjadi contoh perubahan nasib politik seorang pejabat yang pernah diberhentikan dari jabatan wakil presiden, tetapi kemudian berhasil mencapai posisi tertinggi dalam pemerintahan. Kasus penyadapan yang berkaitan dengan proses hukumnya tetap menjadi bagian penting dari sejarah persaingan kekuasaan di Afrika Selatan. Peristiwa tersebut juga memperlihatkan pentingnya menjaga independensi penegakan hukum dan memastikan penggunaan kewenangan penyadapan tidak dipengaruhi kepentingan politik.






