Jakarta, 18 September 2026 – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa menggelar jajak pendapat informal ketiga untuk mengukur tingkat dukungan terhadap kandidat Sekretaris Jenderal PBB berikutnya. Pemungutan suara rahasia yang melibatkan 15 anggota DK PBB tersebut menempatkan mantan Wakil Presiden Kosta Rika Rebeca Grynspan sebagai kandidat dengan dukungan terbanyak. Grynspan memperoleh sembilan suara “mendorong”, lima suara “tidak mendorong”, dan satu suara tanpa pendapat. Hasil tersebut membuat persaingan menuju posisi Sekjen PBB tetap terbuka karena belum terbentuk konsensus di antara anggota Dewan Keamanan. Jajak pendapat ini bersifat informal dan tidak mengikat, tetapi digunakan untuk melihat perkembangan dukungan terhadap setiap kandidat. Proses pemilihan berlangsung menjelang berakhirnya masa jabatan kedua António Guterres pada akhir 2026.
Carolyn Rodrigues-Birkett dari Guyana berada tidak jauh di belakang Grynspan dengan memperoleh delapan suara mendorong, enam tidak mendorong, dan satu tanpa pendapat. Hasil putaran ketiga mengubah kembali dinamika persaingan setelah Rodrigues-Birkett sebelumnya berada di posisi teratas pada jajak pendapat kedua pada 21 Agustus. Sementara itu, Grynspan pernah memimpin putaran pertama yang berlangsung pada 30 Juli. Perubahan dukungan dari satu putaran ke putaran berikutnya menunjukkan anggota DK PBB masih mempertimbangkan sejumlah nama sebelum menentukan kandidat yang dapat diterima secara luas. Delapan kandidat tercatat mengikuti proses pemilihan Sekjen PBB hingga putaran ketiga. Kandidat tambahan juga masih dapat muncul selama proses seleksi belum memasuki tahap akhir.
Selain Grynspan dan Rodrigues-Birkett, terdapat sejumlah tokoh internasional yang bersaing mendapatkan dukungan. Olara Otunnu dari Uganda memperoleh lima suara mendorong, tujuh tidak mendorong, dan tiga tanpa pendapat. Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional Rafael Mariano Grossi dari Argentina mendapatkan lima suara mendorong, delapan tidak mendorong, dan dua tanpa pendapat. Mantan Presiden Senegal Macky Sall juga memperoleh lima suara mendorong, disertai sembilan tidak mendorong dan satu tanpa pendapat. Kandidat lainnya adalah María Fernanda Espinosa dari Ekuador, Michelle Bachelet dari Chile, serta diplomat Ekuador Ivonne A-Baki. Hasil tersebut memperlihatkan belum ada satu kandidat yang memperoleh dukungan dominan dari keseluruhan anggota Dewan Keamanan.
Pemilihan Sekjen PBB memiliki mekanisme berbeda dibandingkan pemilihan langsung karena Dewan Keamanan memainkan peranan utama dalam menentukan kandidat. Berdasarkan Piagam PBB, Sekretaris Jenderal diangkat oleh Majelis Umum berdasarkan rekomendasi Dewan Keamanan. Lima anggota tetap, yakni Amerika Serikat, China, Rusia, Prancis, dan Inggris, memiliki hak veto sehingga persetujuan mereka menjadi faktor penting dalam proses tersebut. Pada tahap jajak pendapat awal, anggota memberikan penilaian terhadap masing-masing kandidat melalui pilihan mendorong, tidak mendorong, atau tanpa pendapat. Putaran berikutnya dapat menggunakan mekanisme yang membantu mengidentifikasi apakah seorang kandidat menghadapi penolakan dari salah satu anggota tetap. Karena itu, kandidat dengan dukungan tinggi belum otomatis menjadi Sekjen apabila tidak memperoleh konsensus yang diperlukan.
Persaingan tahun ini juga mendapatkan perhatian karena PBB belum pernah dipimpin seorang perempuan sejak organisasi tersebut berdiri pada 1945. Sejumlah kandidat perempuan berada dalam daftar pencalonan, termasuk Grynspan, Rodrigues-Birkett, Espinosa, Bachelet, dan A-Baki. Selain isu representasi gender, terdapat dorongan dari sejumlah negara agar kepemimpinan berikutnya mencerminkan representasi geografis yang lebih luas. Namun, tidak terdapat aturan yang secara otomatis menentukan jabatan tersebut berdasarkan gender maupun kawasan tertentu. Keputusan pada akhirnya tetap bergantung pada proses konsultasi serta kemampuan kandidat memperoleh dukungan di Dewan Keamanan. Setelah itu, nama yang direkomendasikan akan diajukan kepada Majelis Umum PBB untuk proses pengangkatan.
Jajak pendapat diperkirakan masih berlanjut dalam beberapa putaran hingga Dewan Keamanan menemukan kandidat yang dapat memperoleh dukungan memadai. Dalam pemilihan 2016, diperlukan enam putaran jajak pendapat sebelum Dewan Keamanan mencapai kesepakatan mengenai António Guterres. Sekjen berikutnya akan menjadi pemimpin ke-10 PBB dan dijadwalkan mulai menjalankan masa jabatan pada Januari 2027. Tantangan yang dihadapi mencakup konflik bersenjata, persoalan kemanusiaan, perubahan iklim, pembangunan global hingga perbedaan kepentingan di antara negara-negara anggota. Hasil jajak pendapat ketiga menunjukkan proses seleksi masih dinamis dan belum menghasilkan kesepakatan akhir. Perhatian selanjutnya tertuju pada putaran berikutnya serta sikap lima anggota tetap Dewan Keamanan terhadap kandidat yang masih bertahan.






