Jakarta, 27 Agustus 2026 – Istilah RON atau Research Octane Number sering ditemui ketika memilih bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan. Angka RON biasanya tertera pada produk bensin dan menunjukkan kemampuan bahan bakar dalam menahan terjadinya knocking atau detonasi sebelum waktunya di dalam mesin.
Semakin tinggi angka RON, semakin besar kemampuan bahan bakar menahan tekanan dan temperatur sebelum terbakar secara tidak terkendali. Namun, bukan berarti BBM dengan RON paling tinggi selalu menjadi pilihan terbaik untuk semua kendaraan.
Jenis kendaraan memiliki kebutuhan bahan bakar yang berbeda. Rekomendasi RON biasanya disesuaikan dengan rasio kompresi serta karakteristik mesin. Menggunakan BBM sesuai rekomendasi pabrikan dapat membantu mesin bekerja secara optimal.
RON 90
BBM dengan RON 90 umumnya digunakan pada kendaraan dengan kebutuhan bahan bakar beroktan relatif rendah. Jenis ini banyak digunakan pada kendaraan yang memiliki rasio kompresi mesin lebih rendah dan telah dirancang untuk menggunakannya.
Pemilik kendaraan sebaiknya tetap melihat buku manual atau rekomendasi dari produsen sebelum memilih BBM. Jangan hanya menentukan pilihan berdasarkan harga.
RON 92
RON 92 menjadi salah satu jenis bensin yang banyak digunakan pada kendaraan modern. Bahan bakar dengan angka oktan ini dapat digunakan pada mesin yang membutuhkan tingkat oktan lebih tinggi dibandingkan kendaraan yang dirancang untuk RON 90.
Pada mesin dengan spesifikasi yang sesuai, penggunaan RON 92 dapat membantu mengurangi risiko knocking dibandingkan menggunakan BBM beroktan lebih rendah dari rekomendasi.
RON 95
BBM dengan RON 95 memiliki ketahanan terhadap knocking yang lebih tinggi. Jenis ini dapat ditemukan pada sejumlah produk bahan bakar premium dan umumnya ditujukan untuk kendaraan dengan kebutuhan oktan lebih tinggi.
Meski begitu, penggunaan RON 95 pada kendaraan yang sebenarnya hanya membutuhkan RON 90 atau RON 92 tidak otomatis membuat performa kendaraan meningkat secara signifikan.
RON 98
RON 98 memiliki tingkat ketahanan terhadap knocking yang lebih tinggi lagi. Bahan bakar jenis ini biasanya lebih relevan untuk mesin berkompresi tinggi atau kendaraan dengan spesifikasi tertentu yang memang merekomendasikan penggunaan bensin beroktan tinggi.
Kendaraan performa tinggi atau mesin dengan teknologi tertentu dapat memperoleh manfaat dari BBM dengan angka oktan yang sesuai rekomendasi pabrikan.
Apa Fungsi RON?
Fungsi utama RON adalah menunjukkan kemampuan bensin dalam menghadapi tekanan dan temperatur tinggi di dalam ruang bakar sebelum terjadi penyalaan yang tidak diinginkan.
Jika bahan bakar memiliki oktan terlalu rendah untuk kebutuhan mesin, risiko knocking dapat meningkat. Kondisi tersebut dapat mengganggu proses pembakaran dan dalam kondisi tertentu berpotensi memengaruhi kinerja maupun ketahanan komponen mesin.
Sebaliknya, menggunakan BBM dengan RON lebih tinggi dari kebutuhan mesin tidak selalu menghasilkan peningkatan tenaga atau efisiensi bahan bakar. Mesin dirancang dengan parameter tertentu sehingga manfaat BBM beroktan tinggi bergantung pada spesifikasi dan sistem pengaturan mesin.
Jangan Hanya Mengejar RON Tinggi
Kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap angka RON yang lebih tinggi pasti membuat kendaraan lebih bertenaga. Padahal, performa kendaraan dipengaruhi banyak faktor, seperti desain mesin, rasio kompresi, sistem injeksi, pengapian, beban kendaraan, kondisi mesin, serta kualitas bahan bakar.
Karena itu, pilihan paling tepat adalah mengikuti rekomendasi RON dari produsen kendaraan. Informasi tersebut biasanya dapat ditemukan pada buku manual, tutup tangki bahan bakar, atau keterangan resmi kendaraan.
Selain memperhatikan angka oktan, pengguna juga perlu memastikan BBM berasal dari sumber yang memenuhi standar kualitas dan sesuai dengan spesifikasi kendaraan. Bahan bakar yang tepat membantu proses pembakaran berlangsung sesuai rancangan mesin.
Dengan memahami RON, pemilik kendaraan tidak perlu sekadar memilih BBM berdasarkan angka paling tinggi. Yang lebih penting adalah mencocokkan jenis bahan bakar dengan kebutuhan mesin agar kendaraan dapat digunakan secara optimal, efisien, dan tetap terawat.





