Jakarta, 22 September 2026 – Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) menyiapkan santunan bagi keluarga lima jurnalis yang hilang saat menjalankan tugas peliputan di kawasan Selat Sunda. Bantuan tersebut menjadi bagian dari solidaritas komunitas pers setelah lima jurnalis bersama tiga anak buah kapal (ABK) belum ditemukan. Ketua KWP Ariawan mengatakan dukungan kepada keluarga tidak berhenti pada doa bersama yang sebelumnya digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. KWP ingin menunjukkan bahwa sesama pekerja media memiliki ikatan kekeluargaan yang kuat ketika menghadapi musibah. Santunan tersebut diharapkan dapat menjadi bentuk dukungan bagi keluarga yang masih menunggu kepastian keberadaan para korban.
Lima jurnalis yang dilaporkan hilang adalah Bagus Khoirunas, Ari Basuki, Yudhistiro, Firdaus, dan Donal. Mereka hilang bersama tiga ABK ketika melakukan peliputan terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau di kawasan Selat Sunda. KWP sebelumnya menggelar doa bersama pada Jumat, 18 September 2026, untuk mendoakan seluruh korban. Ariawan menyampaikan bahwa rekan-rekan jurnalis tetap berharap mereka dapat ditemukan dalam keadaan selamat. Dukungan kepada keluarga juga terus diberikan di tengah ketidakpastian setelah operasi pencarian resmi dihentikan.
Operasi pencarian gabungan sebelumnya berlangsung selama sekitar 10 hari sebelum dihentikan pada Kamis, 17 September 2026. Evaluasi dilakukan setelah berbagai upaya pencarian di darat maupun laut belum menghasilkan petunjuk yang dapat memastikan keberadaan lima jurnalis dan tiga kru speedboat Arupadhatu 1. Selama operasi berlangsung, tim menemukan 13 objek di wilayah pencarian. Setelah diperiksa dan dikonfirmasi, objek-objek tersebut dinyatakan tidak berkaitan dengan speedboat maupun orang-orang yang hilang. Meski operasi resmi dihentikan, pencarian dapat kembali dibuka apabila ditemukan informasi atau petunjuk baru yang dinilai relevan.
KWP karena itu turut meminta masyarakat membantu memberikan informasi apabila menemukan petunjuk di sekitar perairan. Imbauan terutama ditujukan kepada nelayan dan masyarakat pesisir Banten hingga Lampung yang sehari-hari beraktivitas di kawasan tersebut. Mereka diminta segera melaporkan apabila menemukan barang atau objek yang diduga berkaitan dengan para korban. Informasi dapat diteruskan kepada posko jurnalis maupun pihak terkait agar dapat diperiksa lebih lanjut. KWP menilai keterlibatan masyarakat masih penting karena wilayah perairan yang harus dipantau sangat luas.
Selain mengajak masyarakat berpartisipasi, KWP berencana memperkuat komunikasi dengan berbagai organisasi pers nasional. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga pertukaran informasi sekaligus mengupayakan agar perkembangan mengenai keberadaan para korban tetap mendapatkan perhatian. KWP ingin solidaritas terhadap lima jurnalis dan tiga ABK terus berlangsung meskipun operasi SAR resmi telah dihentikan. Komunikasi antarkomunitas pers juga diharapkan membantu apabila muncul petunjuk baru dari masyarakat atau nelayan. Setiap informasi yang dinilai relevan nantinya dapat diteruskan kepada pihak berwenang untuk ditindaklanjuti.
Santunan kepada keluarga lima jurnalis menjadi bagian lain dari dukungan tersebut. Ariawan menyatakan bantuan diberikan sebagai wujud bahwa para jurnalis merupakan satu keluarga yang saling mendukung ketika menghadapi situasi sulit. KWP belum merinci besaran maupun mekanisme penyaluran santunan kepada masing-masing keluarga. Fokus utama organisasi tersebut adalah memastikan dukungan moral dan solidaritas tetap hadir bagi keluarga yang terdampak. Langkah ini melengkapi doa bersama dan komunikasi lintas organisasi pers yang telah dilakukan sebelumnya.
Keluarga lima jurnalis dan tiga kru kapal sebelumnya juga melakukan prosesi tabur bunga di kawasan pantai dekat Dermaga Pegedongan, Banten, pada 18 September. Lokasi tersebut merupakan titik keberangkatan delapan orang sebelum mereka dilaporkan hilang kontak pada 7 September 2026. Di tengah penghentian operasi pencarian resmi, keluarga masih menyimpan harapan akan munculnya informasi baru mengenai keberadaan mereka. Dukungan dari komunitas pers, masyarakat pesisir, dan nelayan kini menjadi bagian penting dalam menjaga arus informasi terkait pencarian. KWP memastikan solidaritas kepada para korban dan keluarga akan terus dijaga sembari menunggu perkembangan lebih lanjut.





