Jakarta, 4 September 2026 – Petenis Indonesia Janice Tjen bersama pasangan gandanya asal Kanada, Leylah Fernandez, mengawali perjalanan mereka pada nomor ganda putri US Open 2026 dengan kemenangan meyakinkan. Duet Indonesia-Kanada tersebut menaklukkan pasangan Isabelle Haverlag dari Belanda dan Nina Radisic dari Slovenia dengan skor telak 6-1, 6-1 pada pertandingan babak pertama di New York, Kamis, 3 September 2026. Janice dan Fernandez mampu mengendalikan pertandingan sejak set pembuka dan hanya kehilangan dua gim sepanjang laga. Kemenangan dua set langsung tersebut sekaligus memastikan mereka melangkah menuju babak kedua atau 32 besar turnamen Grand Slam terakhir musim ini. Hasil tersebut menjadi awal positif bagi pasangan yang baru bekerja sama di US Open 2026. Penampilan dominan mereka juga memperlihatkan kemampuan Janice dan Fernandez membangun koordinasi dengan cepat meskipun belum memiliki banyak pengalaman bermain bersama.
Pertandingan sempat berlangsung seimbang pada dua gim pertama ketika Janice/Fernandez membuka keunggulan sebelum Haverlag/Radisic menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Setelah itu, pasangan Indonesia-Kanada mulai meningkatkan tekanan melalui pengembalian bola agresif dan permainan yang lebih efektif dari area depan net. Mereka mampu mengambil kendali reli sekaligus memanfaatkan sejumlah kesalahan yang dilakukan lawan. Lima gim berikutnya berhasil direbut secara beruntun sehingga Janice/Fernandez menutup set pertama dengan kemenangan 6-1. Dominasi tersebut membuat Haverlag/Radisic kesulitan menemukan momentum untuk mengembangkan pola permainan mereka. Janice dan Fernandez sebaliknya terlihat semakin nyaman membagi area permainan dan menentukan kapan harus menekan dari baseline maupun bergerak maju menuju net.
Memasuki set kedua, tekanan Janice/Fernandez tidak berkurang dan mereka kembali mampu mengambil kendali pertandingan sejak awal. Pasangan tersebut mempertahankan intensitas permainan untuk mencegah lawan mendapatkan kesempatan membangun momentum kebangkitan. Kemampuan menjaga servis menjadi salah satu faktor yang membuat mereka dapat terus mengendalikan jalannya pertandingan. Ketika menerima servis lawan, Janice dan Fernandez juga tampil agresif sehingga Haverlag/Radisic harus menghadapi tekanan hampir pada setiap gim. Pola permainan tersebut kembali menghasilkan keunggulan besar bagi pasangan Indonesia-Kanada. Set kedua akhirnya ditutup dengan skor identik 6-1 sekaligus memastikan pertandingan selesai tanpa membutuhkan set penentuan.
Kemenangan tersebut terasa semakin penting bagi Janice karena memperpanjang perjalanannya di US Open 2026 setelah langkahnya pada nomor tunggal putri terhenti pada babak pertama. Janice sebelumnya harus menghadapi unggulan kelima Mirra Andreeva dan kalah dua set langsung 2-6, 2-6. Kekalahan tersebut membuat nomor ganda menjadi kesempatan berikutnya bagi petenis Indonesia itu untuk melanjutkan persaingan di Flushing Meadows. Berpasangan dengan Fernandez memberikan tantangan berbeda karena permainan ganda membutuhkan komunikasi, pembagian posisi, dan pengambilan keputusan yang lebih cepat dibandingkan nomor tunggal. Kemenangan telak pada pertandingan pertama menjadi indikasi positif bahwa keduanya mampu melakukan penyesuaian dengan baik. Janice kini memiliki kesempatan memperpanjang kiprahnya di salah satu turnamen tenis terbesar dunia melalui sektor ganda putri.
Fernandez datang ke nomor ganda dengan pengalaman yang cukup kuat di panggung US Open. Petenis Kanada berusia 23 tahun tersebut pernah menjadi finalis tunggal putri US Open pada 2021 dan memiliki pengalaman menghadapi atmosfer pertandingan besar di New York. Pada penyelenggaraan 2026, Fernandez juga masih menjalani perjalanan pada sektor tunggal setelah mampu melewati pertandingan awal dengan hasil positif. Pengalaman tersebut dapat menjadi modal penting bagi pasangan baru ini ketika persaingan ganda memasuki babak yang semakin ketat. Fernandez memiliki kemampuan mengembalikan bola secara agresif dan bergerak cepat, sedangkan Janice dapat memberikan variasi melalui permainan dari baseline maupun depan net. Kombinasi karakter tersebut memberikan sejumlah pilihan ketika keduanya menghadapi lawan dengan gaya berbeda.
Kemitraan Janice dan Fernandez juga menarik perhatian karena keduanya sebelumnya justru beberapa kali berhadapan sebagai lawan pada nomor tunggal. Sepanjang 2026, Janice mampu mendapatkan hasil positif dalam pertemuannya menghadapi petenis Kanada tersebut, termasuk ketika mereka bertemu pada Grand Slam. Persaingan sebagai lawan kemudian berubah menjadi kerja sama ketika keduanya memutuskan turun bersama pada nomor ganda putri US Open. Situasi tersebut menunjukkan dinamika tenis profesional karena pemain yang bersaing keras pada nomor tunggal dapat menjadi pasangan ketika tampil di sektor ganda. Pengalaman pernah berhadapan juga dapat membantu keduanya memahami karakter permainan masing-masing. Mereka mengetahui kekuatan, kebiasaan, dan pola pukulan satu sama lain sehingga proses membangun komunikasi di lapangan dapat berlangsung lebih cepat.
Permainan ganda membutuhkan tingkat koordinasi tinggi karena setiap pemain harus memahami ruang yang menjadi tanggung jawabnya sekaligus membaca pergerakan pasangan. Kesalahan posisi dapat memberikan ruang kepada lawan untuk menghasilkan pukulan kemenangan, sementara komunikasi yang baik dapat membuat pasangan menutup lapangan dengan lebih efektif. Pada pertandingan pertama, Janice dan Fernandez memperlihatkan kemampuan menjalankan pembagian tersebut dengan cukup baik. Dominasi skor 6-1, 6-1 menunjukkan mereka tidak hanya mampu menghasilkan poin ketika menyerang, tetapi juga menjaga lawan agar tidak memperoleh banyak kesempatan mengembangkan permainan. Tantangan pada babak berikutnya tentu dapat berbeda karena kualitas lawan akan meningkat seiring berjalannya turnamen. Karena itu, konsistensi servis, pengembalian bola, dan permainan di depan net akan tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka.
Bagi tenis Indonesia, keberhasilan Janice melaju pada sektor ganda menambah kehadiran pemain Merah Putih di panggung Grand Slam. Perkembangan Janice dalam beberapa musim terakhir membuatnya semakin sering berhadapan dengan pemain papan atas pada berbagai turnamen internasional. Kesempatan bermain bersama Fernandez juga dapat memberikan pengalaman tambahan karena petenis Kanada tersebut telah cukup lama berkompetisi pada level tertinggi. Pertandingan Grand Slam memberikan tekanan berbeda karena setiap pasangan menghadapi lawan berkualitas sekaligus atmosfer kompetisi yang lebih besar. Pengalaman tersebut dapat membantu Janice meningkatkan kemampuannya membaca situasi pertandingan dan melakukan penyesuaian ketika menghadapi tekanan. Semakin banyak pertandingan yang dapat dijalani, semakin besar pula kesempatan baginya memperoleh pengalaman penting pada level elite.
Keberhasilan di babak pertama belum menjadi jaminan perjalanan Janice/Fernandez akan berlangsung mudah pada pertandingan berikutnya. Kompetisi ganda putri US Open dihuni banyak pasangan dengan pengalaman panjang dan kemampuan spesialis ganda yang sangat kuat. Janice dan Fernandez harus mempertahankan efektivitas yang mereka perlihatkan ketika mengalahkan Haverlag/Radisic, terutama dalam memanfaatkan kesempatan melakukan break. Mereka juga perlu mengantisipasi perubahan pola permainan karena lawan berikutnya dapat memberikan tekanan lebih besar melalui servis maupun permainan di depan net. Adaptasi menjadi penting bagi pasangan yang relatif baru karena situasi pertandingan dapat berubah dengan cepat. Kemenangan telak pada laga pembuka setidaknya memberikan kepercayaan diri dan kesempatan untuk semakin memperkuat komunikasi sebelum kembali turun ke lapangan.
Janice Tjen dan Leylah Fernandez pada akhirnya menutup pertandingan pertama US Open 2026 dengan hasil yang hampir sempurna setelah hanya memberikan dua gim kepada Haverlag/Radisic. Skor 6-1, 6-1 menjadi gambaran dominasi mereka sekaligus memberikan tiket menuju babak kedua ganda putri. Bagi Janice, kemenangan tersebut menjaga perjalanannya di New York setelah sebelumnya tersingkir dari persaingan tunggal. Sementara bagi Fernandez, keberhasilan tersebut menambah momentum positif dalam penampilannya di Flushing Meadows. Kemitraan baru antara dua pemain yang sebelumnya beberapa kali menjadi lawan kini mulai memperlihatkan potensi menarik di sektor ganda. Dengan persaingan yang semakin berat pada fase berikutnya, konsistensi dan koordinasi akan menjadi kunci apabila Janice/Fernandez ingin membawa perjalanan mereka lebih jauh di US Open 2026.





