Jakarta, 20 September 2026 – Operasi pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda berlangsung panjang dengan melibatkan berbagai unsur SAR. Rombongan tersebut dilaporkan hilang ketika melakukan perjalanan menggunakan speedboat di kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau. Sejak laporan diterima, tim gabungan langsung melakukan penyisiran berdasarkan titik terakhir komunikasi dan perkiraan jalur yang dilalui kapal. Wilayah pencarian kemudian diperluas karena kuatnya arus laut memungkinkan speedboat maupun penumpangnya terbawa jauh dari lokasi awal. Kapal SAR, unsur TNI Angkatan Laut hingga pemantauan udara dikerahkan selama operasi berlangsung. Namun, luasnya wilayah perairan membuat pencarian menghadapi tantangan besar sejak hari pertama.
Lima jurnalis tersebut melakukan perjalanan bersama tiga awak kapal sebelum komunikasi dengan rombongan terputus. Setelah mereka tidak kunjung memberikan kabar, laporan diteruskan kepada petugas untuk memulai operasi pencarian. Tim SAR kemudian menghimpun informasi mengenai rute perjalanan, kondisi cuaca dan waktu terakhir rombongan dapat dihubungi. Data tersebut digunakan untuk menentukan sektor awal yang harus diperiksa. Penyisiran dilakukan di sekitar Anak Krakatau sebelum berkembang menuju Carita, Anyer dan wilayah lain yang diperkirakan sesuai dengan pergerakan arus. Nelayan serta kapal yang melintas juga diminta melaporkan apabila menemukan benda atau objek yang diduga berkaitan dengan rombongan.
Seiring berjalannya operasi, kekuatan pencarian terus ditambah untuk memperluas jangkauan. Tiga kapal perang TNI Angkatan Laut sempat dikerahkan bersama armada SAR lainnya untuk membantu menyisir kawasan laut. Tim juga menggunakan pengamatan udara guna mencari objek yang sulit terlihat dari kapal. Setiap sektor diperiksa secara bertahap agar wilayah yang telah disisir dapat dipetakan dengan jelas. Kondisi gelombang, cuaca dan jarak pandang menjadi faktor yang menentukan efektivitas pencarian setiap hari. Tim harus terus menyesuaikan pola operasi karena posisi kemungkinan korban dapat berubah mengikuti arus dan angin.
Sejumlah benda ditemukan selama pencarian, termasuk pelampung, terpal dan galon yang mengambang di laut. Temuan tersebut sempat menjadi petunjuk yang diperiksa untuk mengetahui kemungkinan keterkaitannya dengan speedboat rombongan. Namun, aparat menegaskan proses identifikasi harus dilakukan secara hati-hati karena tidak semua benda yang ditemukan berasal dari kapal yang dicari. Informasi mengenai objek mengambang maupun kabar kapal terbalik yang beredar juga diperiksa satu per satu. Beberapa laporan akhirnya tidak dapat dipastikan memiliki hubungan dengan lima jurnalis dan tiga awak kapal tersebut. Verifikasi menjadi penting agar sumber daya pencarian tidak dialihkan menuju lokasi berdasarkan informasi yang keliru.
Di tengah operasi yang berlangsung berhari-hari, keluarga terus mengikuti perkembangan dan berharap pencarian dapat memberikan kepastian. Dukungan datang dari komunitas jurnalis di berbagai daerah melalui doa bersama, penggalangan solidaritas hingga pendampingan terhadap keluarga. Koordinatoriat Wartawan Parlemen juga menyiapkan santunan bagi keluarga lima jurnalis yang hilang. Dalam perkembangannya, keluarga menggelar tabur bunga di kawasan perairan sebagai bentuk penghormatan kepada orang-orang terkasih mereka. Prosesi tersebut berlangsung dalam suasana haru dan diikuti sejumlah kerabat serta rekan korban. Penantian panjang membuat dukungan psikologis terhadap keluarga menjadi bagian penting selain operasi pencarian di lapangan.
Pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal menjadi salah satu operasi SAR yang membutuhkan koordinasi luas karena karakter Selat Sunda yang dinamis. Perubahan arus dapat memperbesar wilayah pencarian dari hari ke hari sehingga evaluasi terus dilakukan terhadap sektor yang telah diperiksa. Seluruh unsur yang terlibat berupaya memaksimalkan data, armada dan personel untuk mendapatkan petunjuk mengenai keberadaan rombongan. Operasi tersebut juga menjadi pengingat mengenai pentingnya perlengkapan keselamatan dan komunikasi ketika melakukan perjalanan di perairan terbuka. Bagi keluarga, kepastian mengenai nasib anggota keluarga tetap menjadi hal yang paling diharapkan setelah penantian panjang. Kisah pencarian tersebut meninggalkan duka sekaligus memperlihatkan solidaritas berbagai pihak terhadap para jurnalis dan awak kapal yang hilang.





