Jakarta, 18 September 2026 – Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Todotua Pasaribu, mengajak masyarakat Indonesia terus memberikan doa dan dukungan kepada para atlet yang sedang berjuang membawa nama Merah Putih di Jepang. Dukungan dari masyarakat dinilai menjadi energi tambahan bagi atlet ketika menghadapi tekanan dan persaingan ketat dalam ajang olahraga terbesar di Asia tersebut. Seruan itu disampaikan Todotua setelah menyaksikan langsung kemenangan tim nasional bola basket putri Indonesia atas Thailand di Aichi International Arena, Nagoya, Kamis. Indonesia berhasil mengatasi perlawanan Thailand dengan skor 61-52 pada pertandingan tersebut. Todotua mengapresiasi kegigihan para pemain yang mampu mempertahankan permainan hingga pertandingan berakhir. Ia berharap semangat yang sama dapat terus dijaga oleh seluruh kontingen Indonesia selama Asian Games berlangsung.
Todotua yang baru tiba di Jepang langsung menyaksikan perjuangan Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma dan rekan-rekannya menghadapi Thailand. Pertandingan berlangsung ketat sehingga para pemain Indonesia harus bekerja keras menjaga keunggulan. Menurut Todotua, kemenangan tersebut layak disyukuri karena menjadi hasil dari perjuangan para atlet di lapangan. Namun, ia mengingatkan tim agar tidak terlena dengan hasil positif pada pertandingan awal. Perjalanan Indonesia dalam kompetisi masih panjang dan lawan-lawan yang dihadapi berikutnya mempunyai kekuatan berbeda. Tim basket putri Indonesia selanjutnya dijadwalkan menghadapi China pada Senin, 21 September 2026. Karena itu, fokus dan kesiapan pemain tetap menjadi perhatian menjelang pertandingan berikutnya.
Dukungan masyarakat dari Tanah Air disebut Todotua memiliki arti penting bagi atlet yang sedang bertanding jauh dari Indonesia. Para atlet tidak hanya membawa target pribadi maupun cabang olahraga masing-masing, tetapi juga membawa nama Indonesia dalam persaingan tingkat Asia. Semangat yang diberikan masyarakat diharapkan dapat membantu menjaga motivasi atlet ketika menghadapi pertandingan sulit. Dukungan tersebut dapat disampaikan melalui berbagai cara, termasuk mengikuti perjuangan atlet dan memberikan pesan positif kepada kontingen. Todotua berharap atmosfer dukungan tetap terjaga sepanjang pelaksanaan Asian Games. Menurutnya, seluruh atlet dan ofisial membutuhkan dorongan agar dapat menjalankan tugas dengan maksimal. Perjuangan mereka di Jepang masih akan berlangsung dalam berbagai cabang olahraga.
Kontingen Indonesia datang ke Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan persiapan yang telah dilakukan dalam beberapa bulan terakhir. Sebelum keberangkatan, tim CdM melakukan kunjungan ke berbagai pemusatan latihan nasional untuk mengetahui kesiapan atlet maupun kebutuhan masing-masing cabang olahraga. Todotua sebelumnya telah mengidentifikasi kebutuhan sedikitnya 18 dari 35 cabang olahraga yang diproyeksikan memperkuat Indonesia. Kebutuhan yang diperhatikan tidak hanya berkaitan dengan pertandingan, tetapi juga aspek nonteknis seperti keberangkatan, akomodasi, transportasi, dan kebutuhan khusus atlet selama berada di Jepang. Langkah tersebut dilakukan agar atlet dapat memusatkan perhatian pada pertandingan tanpa dibebani persoalan di luar arena. Koordinasi dengan pengurus cabang olahraga dan ofisial juga terus dilakukan menjelang kompetisi. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari tugas tim CdM selama kontingen berada di Aichi-Nagoya.
Perjuangan Indonesia di Asian Games 2026 telah dimulai pada sejumlah cabang olahraga meskipun upacara pembukaan resmi dijadwalkan berlangsung pada 19 September. Selain basket putri yang berhasil mengalahkan Thailand, cabang teqball Indonesia juga menunjukkan hasil positif dengan mencatat empat kemenangan dari lima pertandingan. Sejumlah atlet dari cabang lain juga telah memasuki rangkaian pertandingan dan berusaha memperoleh hasil terbaik. Kondisi tersebut membuat dukungan masyarakat dinilai semakin penting karena kompetisi akan berlangsung dalam periode cukup panjang. Setiap cabang memiliki jadwal dan tingkat persaingan yang berbeda sehingga konsistensi menjadi salah satu faktor penting. Kontingen Indonesia harus menjaga kondisi fisik dan mental selama rangkaian pertandingan. Todotua berharap momentum positif pada awal kompetisi dapat meningkatkan semangat seluruh anggota tim.
Sebelum pertandingan berlangsung, tim CdM juga telah membangun komunikasi dengan komunitas warga negara Indonesia yang berada di Jepang. Langkah tersebut dilakukan untuk menciptakan dukungan langsung kepada atlet selama menjalani pertandingan. Kehadiran pendukung di arena dapat memberikan atmosfer berbeda, terutama ketika atlet menghadapi pertandingan yang berlangsung ketat. Koordinasi dengan komunitas Indonesia juga menjadi bagian dari persiapan nonteknis yang dilakukan menjelang Asian Games. Todotua sebelumnya menegaskan kesiapan akomodasi dan transportasi menjadi perhatian utama timnya. Berbagai kebutuhan tersebut terus dimatangkan agar atlet dapat menjalani agenda pertandingan secara lancar. Dengan dukungan dari masyarakat Indonesia di dalam maupun luar negeri, kontingen diharapkan memperoleh tambahan motivasi sepanjang kompetisi.
Todotua juga mendapatkan kesempatan menjadi salah satu pembawa obor dalam rangkaian torch relay Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Hisaya-Odori Park, Nagoya. Ia membawa obor sejauh sekitar 100 meter sebelum menyerahkannya kepada pelari berikutnya. Kegiatan tersebut mempertemukan perwakilan Chef de Mission dari sejumlah negara peserta. Todotua memandang rangkaian obor sebagai simbol persatuan negara-negara Asia menjelang dimulainya pesta olahraga tersebut. Keikutsertaan Indonesia dalam kegiatan itu juga diharapkan memberikan tambahan semangat kepada atlet dan ofisial. Menurutnya, persiapan penyelenggaraan di Jepang terus mengalami perbaikan menjelang pembukaan. Asian Games Aichi-Nagoya 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung hingga 4 Oktober mendatang.
Persiapan kontingen Indonesia sebelumnya dilakukan dengan pendekatan yang berbeda sesuai kebutuhan masing-masing cabang olahraga. Tim CdM mendatangi pemusatan latihan untuk berdialog langsung dengan atlet, pelatih, pengurus, dan ofisial. Todotua menilai persoalan nonteknis terkadang dapat memengaruhi konsentrasi atlet ketika memasuki hari pertandingan. Karena itu, berbagai potensi kendala berusaha diminimalkan sebelum atlet bertanding. Beberapa cabang yang telah dikunjungi antara lain selancar, dayung, atletik, karate, skateboard, panahan, wushu, basket, hoki, panjat tebing, sepak takraw, BMX, dan angkat besi. Kesiapan cabang olahraga menjadi dasar untuk menyusun dukungan selama kontingen berada di Jepang. Pendekatan tersebut diharapkan membuat atlet dapat mencurahkan perhatian sepenuhnya pada performa di arena.
Asian Games juga menjadi ajang dengan tekanan tinggi karena atlet Indonesia menghadapi sejumlah kekuatan olahraga terbesar di kawasan Asia. Setiap hasil pertandingan dapat ditentukan oleh persiapan teknis, kondisi fisik, mental, serta kemampuan mempertahankan konsentrasi. Dukungan publik memang tidak menentukan hasil pertandingan secara langsung, tetapi dapat menjadi dorongan moral bagi atlet yang sedang membawa nama negara. Karena itu, Todotua meminta masyarakat tetap memberikan dukungan baik ketika atlet memperoleh kemenangan maupun ketika menghadapi hasil yang belum sesuai harapan. Kontingen masih memiliki banyak pertandingan sehingga evaluasi perlu dilakukan secara berkelanjutan. Atlet juga dituntut menjaga fokus terhadap pertandingan berikutnya tanpa terlalu lama larut dalam hasil sebelumnya. Pendekatan tersebut terlihat setelah kemenangan basket putri atas Thailand ketika Todotua langsung mengingatkan adanya pertandingan berikutnya menghadapi China.
Todotua berharap dukungan masyarakat terus mengalir kepada seluruh atlet dan ofisial hingga rangkaian Asian Games Aichi-Nagoya 2026 berakhir. Kemenangan basket putri atas Thailand menjadi salah satu awal positif, tetapi kontingen Indonesia masih menghadapi perjalanan panjang di berbagai cabang olahraga. Setiap atlet mempunyai tantangan berbeda dalam mengejar hasil terbaik bagi Indonesia. Tim CdM akan terus memberikan pendampingan terutama terhadap kebutuhan nonteknis selama kompetisi berlangsung. Sementara itu, atlet diharapkan menjaga konsentrasi, disiplin, dan semangat dalam setiap pertandingan. Masyarakat Indonesia juga diajak tetap mengikuti perjuangan kontingen dan memberikan dukungan positif dari Tanah Air. Dengan rangkaian pertandingan yang masih panjang, perhatian kini tertuju pada perjuangan berikutnya dari para atlet Merah Putih di Jepang.





